Muhammadiyah Tolak Vape

Muhammadiyah Tolak Vape

JOGJA – Tren penggunaan vape atau rokok elektronik meningkat sekaligus mengkhawatirkan karena banyak diminati anak-anak remaja maupun perokok pemula. Muhammadiyah pun menegaskan melarang bahkan mengharamkan vape sebagaimana rokok konvensional.

“Hukumnya haram karena merokok vape termasuk kategori perbuatan mengonsumsi khaba’is atau merusak dan membahayakan,” tulis Wawan Gunawan Abdul Wachid dari Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, dalam rilis yang disiarkan di Jogjakarta, Jumat (24/1).

Pada pertemuan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Jateng DIY yang diinisiasi Pusat Studi Pengendalian Tembakau (MTCC) UMY dan UM Magelang, itu Majelis Tarjih juga merekomendasikan seluruh jajaran pimpinan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah menjadi teladan dalam upaya menciptakan masyarakat yang bebas dari bahaya rokok konvensional maupun e-cigarette.

Persyarikatan Muhammadiyah pun direkomendasikan agar berpartisipasi aktif dalam pencegahan merokok e-cigarette maupun konvensional sebagai bagian dari upaya perlindungan, pemeliharaan, dan peningkatan sumberdaya manusia maupun derajat kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda secara optimal dalam kerangka amar makruf nahi munkar.

Seluruh unsur Muhammadiyah di semua tingkat, lebih khusus yang terkait dengan pendidikan anak, remaja, dan generasi muda hendaknya berperan aktif dalam mengkampanyekan bebas e-cigarette. Kepada pemerintah diharapkan membuat kebijakan yang melarang total e-cigarette dan rokok konvensional dalam hal penjualan online, distribusi, pemberian, serta iklan, promosi, dan sponsorship.

Direktur MTCC UMY, Dianita Sugiyo, mengemukakan pertemuan kali ini dimaksudkan sebagai sosialisasi terutama tentang fatwa menyangkut rokok elektronik kepada jajaran PDM dan PDA se Jateng-DIY.

“Melalui pertemuan itu pula kami ingin PDM maupun PDA untuk terus mendorong pemda masing-masing mengimplementasikan perda kawasan tanpa rokok sebagai bagian untuk perlindungan generasi muda,” tutur Dianita kemudian.

Upaya itu perlu terus digelorakan mengingat tren perokok pemula terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. “Fakta itu sungguh memprihatinkan. Mengingat pula akses anak-anak remaja terhadap rokok makin terbuka lebar. Salah satunya dengan adanya vape tersebut,” tandas Dianita. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post