Pilkada 2020 Mulai Menghangat

Pilkada 2020 Mulai Menghangat

SLEMAN – Pilkada 2020 baru akan digelar beberapa bulan lagi. Tak terkecuali pilkada di kabupaten Sleman, DIY, yang baru akan dilaksanakan September mendatang. Namun, geliat pemilihan bupati dan wakil bupati itu sudah mulai menghangat saat ini.

“Kami tujuh partai politik di Sleman resmi menyatakan berkoalisi,” ungkap Ali Sahdan dari Golkar, kepada wartawan, di Sleman, Selasa (24/12), bersama pimpinan enam parpol lainnya dari PAN, PKB, PKS, Demokrat, PPP, dan Nasdem.

Bertekad akan tetap mempertahankan soliditas Koalisi Santun Bersatu, namun hingga saat ini tujuh partai tersebut belum bersedia menyebutkan nama kandidat yang akan dijagokan. “Sekarang ini tahapannya baru penjaringan,” tutur Sadar Narimo dari PAN yang dipercaya menjadi ketua koalisi.

Yang jelas, dengan bersatunya tujuh partai tersebut maka tinggal dua partai politik yang tersisa. Masing-masing PDI Perjuangan dan Gerindra. DPRD Kabupaten Sleman, DIY saat ini dihuni anggota asal delapan parpol. Partai Demokrat memang gagal mendudukkan wakilnya, namun tetap diajak berkoalisi.

Koalisi, lanjut Ali, bukan dibentuk secara tiba-tiba. “Awal dari pergerakan politik kami sudah dimulai 2015 lalu, yang kemudian terbukti mampu memenangkan pasangan Sri Purnomo – Sri Muslimatun yang kemudian menjabat bupati dan wakil bupati saat ini.”

Keberhasilan pada pilkada sebelumnya itulah yang kemudian memunculkan optimisme untuk pilkada 2020 mendatang. “Keberhasilan mengusung pasangan pada pilkada yang lalu menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk terus membulatkan tekad bersatu, berjuang demi Sleman yang lebih baik,” timpal Sadar.

Hanya saja, tak satupun dari tujuh partai tersebut yang bersedia menyebut nama kandidat yang hendak diusung pada pilkada 2020 nanti. “Sabar. Semuanya sedang dalam proses. Masih panjang. Masih harus melalui mekanisme penjaringan, penyaringan, dan seterusnya,” tutur Farhan Harim dari PPP.

Meski belum menyebutkan nama, namun mereka optimistik pimpinan pusat masing-masing partai akan merestui siapapun nanti jago yang akan diusung. “Memang harus ada persetujuan dari pimpinan partai tingkat provinsi maupun pusat, tapi kami optimis para pimpinan akan bijak dan pasti akan ada titik temu,” tandas Sadar.

Tak ingin kehilangan waktu, Koalisi Santun Bersatu pun bergerak cepat. Pada haris itu pula perwakilan dari tujuh partai tersebut mendatangi pengurus NU dan Muhammadiyah setempat. “Silaturahmi itu penting. Sekaligus, kami akan menjaring masukan. Berikutnya, kami pasti juga akan menyambangi kelompok pemuda, petani, bahkan komunitas olahraga, dan lain-lain,” papar Sadar kemudian. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post