Rendah, Literasi Membaca Siswa

JOGJA – Laporan pada 2018 menunjukkan Indonesia masuk ke dalam kelompok negara dengan progres tercepat dalam memperluas akses pendidikan. Dari sebelumnya 39 persen menjadi 86 persen. Tapi, kompetensi literasi membaca para siswa masih rendah.

“Tujuh dari sepuluh siswa masih memiliki literasi membaca di bawah kompetensi minimal. Begitu pula pada kemampuan matematika dan sains. Ini harus segera dibenahi,” ujar Gubernur DIY Hamengku Buwono X, pada penyerahan Anugerah Prestasi bidang Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga 2019, di GOR Among Rogo, Jogjakarta, Rabu (11/12).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Bambang Wisnu Handoyo, mengemukakan pada tahun anggaran 2019 Anugerah Prestasi diberikan kepada 434 siswa, pelatih, pembina, kepala daerah berprestasi di lingkup DIY.

Dari jumlah total penghargaan tersebut, untuk tingkat internasional masing-masing tiga emas, empat perak, lima perunggu, dan dua untuk yang terbaik. Sehingga total ada 14 penghargaan.

Tingkat nasional, masing-masing 132 emas, 95 perak, 73 perunggu, 8 terbaik, dan 4 khusus sehingga total ada 312 penghargaan. Tingkat regional, 21 emas, 59 perak, 28 perunggu sehingga ada 108 penghargaan.

Para peraih penghargaan berhak atas sertifikat beserta uang pembinaan. “Penghargaan juga diberikan kepada Bupati Gunung Kidul Badingah dan Walikota Jogjakarta Haryadi Suyuti atas prestasi mereka di bidang tatakelola teknologi informasi dan komputer untuk pendidikan,” papar Bambang Wisnu.

Selain data literasi membaca yang masih memprihatinkan, HB X juga menyampaikan hasil riset yang cukup membanggakan tapi tidak untuk disombongkan. Pendidikan di DIY dan DKI Jakarta lebih tinggi 35 poin di atas angka nasional dan telah sejajar di antara negara ASEAN lainnya.

“Tapi angka itu sekaligus mengindikasikan adanya kesenjangan mutu antar provinsi di Indonesia,” tegas HB X seraya menyatakan perlunya pembenahan cara pembelajaran siswa di Indonesia agar berkualitas, kritis dan analitis. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post