Riset Perguruan Tinggi Belum Optimal

Riset Perguruan Tinggi Belum Optimal

JOGJA – Riset dan pengabdian masyarakat merupakan dua hal penting yang perlu menjadi komitmen perguruan tinggi. Sekaligus untuk memunculkan inovasi-inovasi di tengah peradaban revolusi industri 4.0, serta untuk dapat memecahkan permasalahan di masyarakat melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

“Tapi, disayangkan perguruan tinggi di Indonesia belum optimal dalam melakukan riset,” ujar Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro SE MUP PhD, di Jogjakarta, Selasa (7/1).

Pada acara Konsorsium Nasional LPPM PTMA (Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah, itu Menristek pun mengemukakan, perguruan tinggi hanya optimal pada dharma pendidikan, dari tridharma yang ada.

“Karena itu, kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan konsorsium ini yang menguatkan pada dharma penelitian dan pengabdian masyarakat,” tutur Bambang, pada kegiatan dua hari hingga Rabu (8/1) bertemakan Membangun Peradaban Berkemajuan melalui Ukhuwah Maju Bersama dan Mencerahkan Bangsa itu.

Dengan tuan rumah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kegiatan yang dihadiri 90 perwakilan LPPM PTMA se Indonesia itu merupakan forum silaturahmi untuk membahas rencana kegiatan riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun wilayah.

Menurut Menristek, ada beberapa faktor yang mempengaruhi permasalahan terkait penguatan dan pengembangan riset di Indonesia. Antara lain kelembagaan akreditasi lembaga penelitian, anggaran riset, relevansi dan produktivitas, manajemen riset, serta sumberdaya manusia.

“Perlu partisipasi pihak swasta seperti BUMN atau perusahaan untuk mengikuti riset, sehingga akan muncul Research and Development yang akan menjadi kebutuhan untuk bersaing dalam memunculkan sebuah inovasi,” ujar Bambang kemudian.

Ia menyarankan, ketika memiliki topik penelitian sudah harus memikirkan manfaat yang dapat diberikan pada masyarakat. “Masyarakat menantikan hasil riset perguruan tinggi yang diharapkan menjadi hal berguna bagi masyarakat,” kata Bambang.

Menristek pun mengemukakan pentingnya relevansi perguruan tinggi dengan perusahaan dalam melakukan riset agar nantinya memunculkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat dan pasar. “Riset perguruan tinggi harusnya selaras dengan kebutuhan pasar,” tandas Bambang.

Karena itu penting melakukan kerjasama riset dengan pengusaha atau perusahaan guna memunculkan hasil riset yang dapat dinikmati masyarakat. “Perguruan tinggi diharapkan aktif dan fokus pada R&D. Pun berperan berkaitan dengan fungsi dosen, untuk mengubah paradigma riset menjadi kebutuhan perusahaan atau sektor swasta dan masyarakat,” jelas Bambang.

Inovasi berdasarkan riset akan menciptakan hasil berupa produk berdaya saing tinggi. Perlu riset yang kuat guna memunculkan inovasi untuk menyejahterakan masyarakat, memberikan nilai tambah, serta substitusi produk impor. “Itulah yang menjadi tantangan luar biasa,” tutur Bambang lebih jauh. (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post