Ustad Kondang Tuai Somasi

JOGJA – Melalui pengacaranya, empat orang asal Surabaya dan seorang asal Malang, Jawa Timur, melayangkan somasi kepada ustad Yusuf Mansyur. Kelima orang tersebut merasa ditipu terhadap tawaran Moya Vidi Condotel yang akan dibangun di DIY.

Koordinator korban, Sudarso Arief, dalam rilisnya, Selasa (14/1), menyebutkan kelima warga Jawa Timur itu menunjuk pengacara Asfa Davy Bya dan Christian Haris Wicaksono sebagai kuasa hukumnya. Dua pengacara yang berkedudukan di Jakarta itu resmi melayangkan somasi kepada Yusuf Mansyur, Senin (13/1), terkait dugaan tindak penipuan itu.

Berdasarkan pengakuan tertulis, lima warga Jawa Timur masing-masing Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Isnarijah Purnami, dan Sri Wahyuni mengalami kerugian hingga mencapai Rp 2,5 juta.

Kasus dugaan penipuan itu berawal pada 2013. Ketika itu kelima korban tertarik dengan tawaran investasi kamar-kamar kondotel di DIY yang dilontarkan Yusuf Mansyur di sela-sela pengajiannya. Mereka pun menyerahkan uang muka senilai Rp 2,5 juta. Namun, sampai waktu yang dijanjikan, penawaran itu tak ada realisasinya. Bahkan hingga akhir tahun lalu tidak terealisasi.

“Para klien menyetor uang melalui rekening bank atas nama CV Bintang Promosindo. Kemudian dana tersebut ditransfer oleh CV Bintang Promosindo ke rekening PT Grha Suryamas Vinandito, selaku pihak yang akan membangun dan mengelola Moya Vidi Condotel,” ungkap Asfa.

Kekecewaan klien semakin bertambah ketika mengetahui Yusuf Mansyur pada 2 Februari 2015 menggunakan dana jamaah untuk membangun Hotel City Tangerang tanpa seizin pemilik dana.

Merasa telah menjadi korban penipuan, kelima orang itu yang kesemuanya tergabung dalam jamaah pengajian dan produk paytren, meminta Yusuf Mansyur membayar ganti rugi kepada setiap korban sebesar Rp 5 miliar.

Berdasarkan hal-hal tersebut, patut diduga Saudara Jam’an Nur Chotib Mansyur dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum yang sangat merugikan secara material maupun immaterial.

Asfa pun menyebut, kliennya memberi waktu kepada Yusuf Mansyur untuk membayar ganti rugi selambat-lambatnya 20 Januari atau tujuh hari setelah somasi itu dikeluarkan. “Jika memang tidak ada itikad baik, kami akan membawa ke proses hukum.” (rul)

Hosting Unlimited Indonesia

Share this post